Portal Berita Sulawesi

Ijazah SMA Akhirnya Datang

admin

Kamis, 06 Agustus 2015 12:26:48 WIB   |  97 pembaca  

MALANG - Sejumlah 15154 lembar blangko ijazah jenjang SMA, SMK dan SMA Luar Biasa sampai di kantor Dinas Pendidikan, kemarin (3/8/15). Lembar ijazah yang ditata rapi dalam kardus itu dinilai terlambat dikirim karena melebihi masa sebulan setelah hasil kelulusan diumumkan.

Kasi Kurikulum Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Malang, Budiono menyatakan, tahun-tahun sebelumnya, lembar ijazah biasanya dikirim sebulan setelah pengumuman kelulusan. Namun tahun ini, keterlambatan cukup lama bahkan hingga dua setengah bulan pasca pengumuman.

"Untuk tahun ini bisa dikatakan sangat terlambat karena memang masih banyak perubahan kebijakan dan sari segi spesifikasi blangkonya juga. Jadi mungkin butuh waktu lama sebelum siap dicetak," urai Budiono saat disambangi Malang Post, kemarin (3/8/15) siang.

Keterlambatan itu nantinya akan berdampak pada pengurusan ijazah oleh siswa. Sebab siswa telah banyak yang akan masuk kuliah sehingga akan sulit melakukan pengurusan termasuk tanda tangan dan cap tiga jari.
"Iya kalau siswa itu kuliahnya di Malang, kalau di luar kota atau di luar pulau kan repot. Makanya banyak ijazah menumpuk itu ya karena belum diurus, bukan karena ditahan," ungkap Budi.

Untuk format blangko ijazah tahun ini, Budiono juga menyayangkan ketiadaan kolom prosentase nilai Ujian Sekolah dan Ujian Nasional. Padahal, per sekolah memiliki prosentase yang berbeda-beda. Seperti yang tertulis dalam petunjuk teknis, Ujian Sekolah memiliki rentang prosentasi dari 50 hingga 70 persen. Sedangkan untuk Ujian Nasional memiliki rentang 30 hingga 50 persen.
"Nah kalau begini kan dikhawatirkan sekolah bisa mengisi tidak sesuai dengan prosentase sebelumnya. Takutnya ada kecurangan. Kalau ada kolom prosentase kan hitungannya jelas," tegasnya.

Selain itu, Budi memastikan ada banyak perbedaan format blangko. Hal tersebut memang sengaja dilakukan untuk menghindari upaya pemalsuan ijazah. "Perbedaannya banyak dan itu rahasia. Nanti kalau saya kasih tau bahaya," ujarnya.
Semua blangko ijazah itu rencananya masih akan diverifikasi oleh pihak Dinas Pendidikan guna mencookkan data siswa per program di masing-masing sekolah. Setelah diverifikasi, blangko akan didistribusikan ke masing-masing sekolah.

Pengambilan blangko hanya bisa dilakukan oleh kepala sekolah beserta penulis ijazah. Itu dikarenakan masih ada sosialisasi terkait penulisan ijazah sesuai ketentuan yang ada.

"Sebelum ditulis nanti kami berikan info mengenai teknis penulisannya agar tidak banyak salah," papar Budi.
Khusus untuk ijazah SMK sementara masih belum bisa didistribusikan ke sekolah karena dikembalikan ke percetakaan. Saat dikirim, lembar blangko ijazah SMK hanya dicetak sisi depannya saja.

Sehingga Dinas Pendidikan harus mengirim ulang ke percetakan lengkap dengan data jumlah siswa per jurusan di masing-masing sekolah.

"Terpaksa kita kirim ke percetakan lagi karena sisi yang belakang masih kosong. Dari Dinas Provinsi mungkin tidak berani mengisi karena kompetensi per jurusan beda-beda. Jadi harus sesuai dengan data yang ada di masing-masing wilayah," tuturnya. (nas/oci)



Bagikan :
close