Portal Berita Sulawesi

Fokus

Tragedi Talikora, Aktivis Muhamadiyah Sulawesi Kecam Keras

admin

Sabtu, 18 Juli 2015 18:30:01 WIB   |  229 pembaca  

Hari Raya Idul Fitri adalah hari bahagia bagi Umat Islam seluruh dunia. Namun kebahagian itu tak dirasakan Umat Islam di Karubaga Kabupaten Tolikara Papua yang merayakan Idul Fitri hari pertama, Jumat (17/7/2015).

Kejadian pembakaran Mushola yang terjadi saat umat islam Talikora hendak melaksanakan shalat Ied itu, telah menuai kecaman dari berbagai pihak.

Sejumlah aktivis Muhammadiyah seperti yang dikutip Fajar.co.id mereka mengecam keras peristiwa pembakaran. Hal itu disampaikan Lukman Umar dan Basti Tetteng,

Keduanya menilai, peristiwa yang terjadi pada saat umat muslim sedang melaksanakan hari raya Idulfitri adalah tindakan biadab dan melukai hati umat muslim.

“Ini tindakan anti toleransi. Orang atau kelompok yang melakukan ini tidak pantas diberi ruang di tempat hidup di bumi Indonesia. Kami meminta kepada Polri agar segera menangkap dan memproses hukum kepada semua pelaku pembakaran masjid di Papua secepatnya,” kata Basti Tetteng.

Lukman Umar menambahkan, tidak ada alasan bagi Polri untuk menunda, apalagi menutup nutupi kasus ini, karena pelakunya sudah jelas dari kelompok mana. “Kita meminta kepada seluruh media, aktivis umat Islam untuk ikut mengawasi proses hukum yang akan dilakukan kepolisian,” imbuhnya.

Sementara Ketua Umum Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulsel, Mudzakkir Ali Djamil, mengutuk penyerangan dan pembakaran rumah ibadah yang menimbulkan rasa takut dan tidak aman bagi warga Muslim di Papua.

“Kami mengutuk kejadian pembakaran yang telah menimbulkan rasa tidak aman bagi sebagian warga muslim,” tegas Mudzakkir di Kantor DPD BKPRMI Makassar, Kompleks Griya Adhyaksa Jalan Adhyaksa 3, Sabtu 18 Juli. [SF]



Bagikan :
Tags :
# publik
close