Portal Berita Sulawesi

Kabar Publik

Mamun Amir di Pastikan terseok di Sirkuit Dapil II

admin

Sabtu, 20 Juni 2015 23:44:11 WIB   |  1440 pembaca  

JELANG PILKADA BANGGAI - Masyarakat Kabupaten Banggai khususnya di Dua Kecamatan Batui dan Batui Selatan, seperti tidak begitu tertarik dengan sosok pemimpin yang berlatar belakang pengusaha, ini menandakan bahwa masyarakat semakin selektif dan cerdas dalam menentukan pemimpin di Bumi Babasal.

Menanggapi soal isu Mamun Amir yang akan mencalonkan diri untuk menjadi Bupati Banggai didampingi Batia Sisilia Hadjar, Salah satu warga masyarakat Kelurahan Batui, Widiyastuti, menurutnya silahkan dan sah-sah saja.

Tetapi pertanyaannya, kata dia, apakah masyarakat menghendakinya atau tidak, apalagi sosok Mamun Amir dikenal sangat ringan mengeluarkan kebijakan yang tak memihak rakyat. “Dia (Mamun Amir) sudah menampilkan masalah-masalah lewat izin yang diterbitkan semasa iya menjabat Bupati Banggai, kehadiran PT. Sawindo Cemerlang, PT DSP di Kecamatan Batui dan Batui Selatan semuanya sangat tidak berpihak kepada rakyat,” kata Widya kepada Transs, Sabtu (20/06/15).

Dia menuturkan, hal itu cukup membuat masyarakat Batui terluka. Dia khawatir mengenai nasib Kabupaten Banggai akan di penuhi investasi yang ujungnya menyengsarakan rakyat, apalagi kini Mamun Amir berpasangan dengan wakil yang dinilai masih sangat hijau dalam mengelola daerah.

“Kami menyarankan tim Mamun Amir untuk lebih kreatif menyusun strategi, isu pemenangan dengan menjual kebijakan izin sawit adalah sama bunuh diri, apalagi di Batui, semua masih ingat bagaiman kasus Tanah Tambak yang di kendalikan PT. Sentral Sulawesi milik keluarga Pak Mamun” sarannya.

Bahkan, pihaknya sebagai warga yang aktif dalam konko politik ala kampung termasuk mengenai tanggapan isu soal Mamun Amir yang akan maju untuk menjadi Bupati Banggai. “Masyarakat banyak yang menjawab kecut terhadap sosok Mamun Amir yang dikenal sangat feodal, hanya keluarga dekat beliau yang saya temui menjawab setuju,” katanya.

Hal senada pula disampaikan Kepala Desa Sukamaju I Kecamatan Batui Selatan, Suyanto, menurutnya dengan kasus PT. Sawindo  Cemerlang banyak masyarakat yang kecewa, dua tahun silam sekitar 500 orang dari Sukamaju berdemo meminta pembebasan dua warga Sukamaju yang dikriminalisasi dengan tuduhan perusakan kebun sawit. “ Itu kebijakan fatal pak Mamun mengijinkan Sawindo, jadi saya prediksi itu jadi sandungan serius bagi pencalonan beliau”.

Tapi Suyanto sedikit memberi semangat pada Tim Mamun Amir, ini belum final. Politik susah ditebak dan jalan masih panjang. [Syf]

 


Bagikan :
Tags :
# batui
close