Portal Berita Sulawesi

Reportase

Ini Pengakuan Baru Tersangka Pembunuh Angeline

admin

Sabtu, 20 Juni 2015 03:42:08 WIB   |  1165 pembaca  

Denpasar - Seperti diutarakan Kepala Kepolisian Daerah Bali Inspektur Jenderal Polisi Ronny F Sompie menyatakan bahwa keterangan terbaru Agus, tersangka pembunuhan Engeline (sebelumnya ditulis Angeline), yang mengungkapkan bahwa ada keterlibatan orang lain dalam kasus itu menjadi alat bukti yang semakin memperkuat penyelidikan.

Tersangka Agus sendiri telah membuat pengakuan baru yang mengejutkan, yang berbeda 180 derajat dari keterangan dia sebelumnya. Pengakuan baru itu diungkapkan Agus dalam pemeriksaan oleh penyidik Polda Bali pada Rabu (17/6) malam, sehingga mengubah Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Agus sebelumnya.

Agus mengatakan sebelumnya bahwa dirinyalah pembunuh tunggal Engeline dan juga mengaku telah memperkosa Engeline sebelum membunuhnya. "Dalam keterangan yang terbaru, intinya klien saya Agus menyampaikan bahwa yang melakukan pembunuhan adalah ibu M dengan tempat kejadian di kamar Ibu M. Agus hanya membantu membungkus Engeline setelah meninggal, mengambil boneka, mengangkat dan menguburkannya atas perintah ibu M," terang kuasa hukum Agus, Haposan Sihombing, di markas Kepolisian Daerah Bali, Kamis (18/6).

Seperti diketahui, Agus adalah pembantu di rumah Margriet (60 tahun), ibu angkat Engeline. Di kediaman Margriet di Jalan Sedap Malam 26 Denpasar, Bali, Engeline ditemukan sudah menjadi mayat setelah bocah 8 tahun itu dilaporkan hilang selama lebih tiga minggu. Dari pengakuan Agus sebelumnya, di rumah itu pula Engeline dihabisi.

Menurut Haposan, dalam pengakuan terbarunya Agus menyebut bahwa pembunuhan Engeline dilakukan pada hari Sabtu 16 Mei 2015. Dalam pemeriksaan oleh penyidik pada Rabu (17/6) malam itu, Agus dicecar 33 pertanyaan. Haposan mengatakan, Agus mengaku diperintah untuk merahasiakan pembunuhan tersebut dengan janji imbalan Rp 200 juta.

"Sebenarnya dia tidak mau. Tetapi Agus dibilangi 'Kamu harus terima. Kalau nggak kamu terima, nanti kamu akan dihabisi di Bali'," ucap Haposan menirukan keterangan Agus.

Sebelumnya, Agus juga disebut mengatakan bahwa ia melakukan pembunuhan karena dijanjikan imbalan uang Rp 2 miliar. Hal itu diungkapkan oleh anggota Komisi III DPR RI, Akbar Faizal, usai berbicara dengan Agus yang ditemuinya di Polresta Denpasar pada 13 Juni lalu.

Melanjutkan keterangan baru Agus di depan penyidik, Haposan mengatakan bahwa pada Sabtu 16 Mei itu, Agus mendengar Engeline berteriak 'mama jangan pukul saya'. Tak berselang lama, M memanggil Agus. Ketika sampai di kamar M, Agus melihat kondisi Engeline terkulai lemah di lantai.

"Ketika Agus menanyakan hal itu, M menjawab 'kamu diam saja'," jelas Haposan.

Mengutip kliennya itu, Haposan mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada pagi hari sekitar pukul 10.00 Wita. Agus mengaku tidak melihat proses pembunuhan tersebut. "Agus hanya melihat tangan Engeline bergerak," ucap Haposan.

Selain itu, Agus mengaku tidak pernah melakukan pemerkosaan terhadap Engeline. Ketika itu, Agus sempat diperintahkan M untuk membuka baju Agus dan kemudian ditaruh di dada Engeline. Hal itu dilakukan agar ketika kasus tersebut terkuak, Agus harus mengakui dirinyalah yang memperkosa dan membunuh Engeline tanpa melibatkan ibu M.

"Agus sebetulnya disuruh memperkosa, tapi Agus tidak mau. Memang, faktanya di mayat Engeline ada baju Agus," ucap Haposan.

Mengenai keterangan Agus yang berbeda 180 derajat dari pengakuan dia sebelumnya, Haposan mengatakan bahwa kliennya takut terhadap ancaman yang disampaikan lewat telepon oleh seorang pria agar rahasia itu tidak dibongkar Jika tidak menuruti, kliennya akan dibunuh.

Haposan mengatakan, kepolisian tentu akan menguji keterangan Agus dan mendalami Tempat Kejadian Perkara (TKP). "Kita serahkan pada kepolisian untuk menguji pengakuan Agus itu," kata Haposan.

Secara terpisah kuasa hukum Margriet, Hotma Sitompoel enggan memberikan komentar ketika ditanya tentang pengakuan baru Agus, karena dinilainya keterangan Agus berubah-ubah. “Ngapain kita komentari yang begitu-begitu,” ujar Hotma di Markas Polda Bali, Denpasar, Kamis (18/6).

Hotma meyakini Margriet tidak terlibat dalam pembunuhan Engeline. "Klien saya tidak membunuh," tandas Hotma. Sejauh ini, dalam kasus pembunuhan Engeline, Margriet memang hanya dimintai keterangan sebagai saksi. Sedangkan tersangka pembunuhan adalah Agus.

Margriet menjadi tersangka untuk kasus lain, yakni dugaan penelantaran Engeline. Terkait sangkaan penelantaran anak itu, Yvonne Megawe (anak kandung Margiet) kemarin dimintai keterangannya sebagai saksi di Polda Bali. Usai mengikuti pemeriksaan, Yvonne mengaku dirinya mendapat 50 pertanyaan dari penyidik.

Pertanyaan berkisar tentang keseharian keluarga Margriet. "Ada 50 pertanyaan yang ditanyakan oleh penyidik," kata Yvonne. Namun, ia enggan memberikan keterangan lebih jauh terkait pemeriksaan itu. "Silakan tanya kepada penyidik," ujar Yvonne.

 

Suara Pembaruan

I Nyoman Mardika/YUD

Suara Pembaruan

 
 


Bagikan :
Tags :
# global
close