Portal Berita Sulawesi

News Maker

Sarpin Tokoh Eks PKI Banggai, 13 Tahun di Balik Jeruji

admin

Sabtu, 20 Juni 2015 00:43:11 WIB   |  974 pembaca  

 

Sarpin merupakan satu dari sekian banyak remaja Indonesia yang ditahan di era kepemimpinan Presiden Soeharto. Kini, Sarpin sudah tak lagi sekuat dulu, rambutnya sudah memutih, kulitnya keriput dan bicaranya sudah cadel karena semua giginya telah tanggal. Namun, di balik perubahan fisik yang dia alami, semangat perjuangan masih tetap membara di dalam hatinya hingga kini.

Sarpin sangat bersemangat saat diminta untuk menceritakan pengalaman menyakitkan yang harus ia terima pada masa-masa G30S/PKI dulu. Sarpin ditangkap saat berada di dalam rumah yang berlokasi di Kota, Luwuk atas tuduhan terlibat Gerakan 30 September 1965.

"Saya ditangkap sekitar 30 personel tentara lengkap dengan senjata api sewaktu saya sedang di rumah tinggi. Saya ditangkap alasannya ndak jelas. Yang jelas saya dituduh terlibat gerakan 30 september," ujar Sarpin kepada Transs  di rumahnya, Jl Boloa Boloa Kelurahan Sisipan Kabupaten Banggai,Sulawesi Tengah, Jumat (19/06/2015).

Pria yang sempat mengikuti pendidikan master hukum di Makassar dengan harapan mendapat  gelar Meester in de Rechten, hidup dibalik di jeruji selama 13 Tahun.

Sarpin bercerita, dia menjadi tahanan politik mulai tahun 1965 hingga 1979, selama di dalam tahanan ia bersama pemuda lainnya kerap mendapat penyiksaan fisik maupun batin. Bogem mentah dari sejumlah tentara menjadi menu makanannya sehari-hari, tidak sedikit rekan rekannya mengalami luka bakar di testis kemaluan.

"Saya tahan, saya bilang ini jantan dari Sulawesi tengah," ujarnya.

Setelah menjalani pelbagai penyiksaan dari Rumah Tahanan di Luwuk lalu ke Palu, Sarpin baru dibebaskan pada 1979 atau 13 tahun sejak ditangkap. Selama dalam penahanan aparat, dia tidak pernah berkomunikasi atau berjumpa kembali dengan kedua orang tuanya. [Syf]

BACA JUGA :

Sarpin Tokoh Eks PKI Saat Melawan Permesta, Peran Kedatukan Tidak Banyak Membantu

 

 

 


Bagikan :
Tags :
# banggai
close