Portal Berita Sulawesi

Reportase

Angeline Hingga Melati Anak SD Yang Hamil 5 Bulan

admin

Jum'at, 19 Juni 2015 01:47:58 WIB   |  603 pembaca  

 

LAPORAN KHAS Dalam data Komisi Nasional Perlindungan Anak, tercatat sejak dari tahun 2010 di negeri kita telah terjadi lebih dari 21.600 kasus kekerasan dan pelecehan seksual pada anak. Dan mirisnya setiap tahun angka kasus kekerasan dan pelecehan seksual pada anak-anak indonesia angkanya melonjak. Dari data angka itu, 50 persen lebih adalah korban kekerasan seksual, dan sangat miris sekali bahwa  pada umumnya, kasus kekerasan seksual yang terjadi pada anak justru pelakunya adalah orang-orang terdekat atau dilakukan oleh keluarga atau orang-orang rumah dan sekolah.

Bagi anak-anak, Rumah dan sekolah adalah surga bagi mereka, tempat mereka mengadu setiap permasalahan mereka, namun pada banyak anak-anak kita, ternyata rumah dan sekolah yang selama ini menjadi surga malah seperti penjara atau justru menjadi neraka.

Tragisnya kejadian kekerasan, pelecehan , pencabulan seolah terus merasuk di seantero nusantara. Kasus Angeline adalah sebuah kekejian yang menjadi trending topik hari ini, kasus ini  seyogyanya menjadi catatan baku yang perlu direkam seingat mungkin, kisah Hari Anggara yang sempat di filmkan oleh produser mungkin bermaksud menjadi rekaman dan diwaspadai.

Baik Angeline atau Hari Anggara keduanya menjadi icon korban kekerasan ditengah orang orang terdekat. Masih ada yang lain, sebut saja Melati bocah asal Kelurahan Sisipan Kecamatan Batui yang masih duduk di bangku kelas 5 SD Ibtidaiyah setempat, Sekolah yang mesti menjadi surga baginya itu tidak lagi ada.

Melati di cabuli pria tua atau kakek dari teman bermainnya adalah penyebab utama masa depan Melati  sirna begitu saja. Hampir bersamaan kasus Angeline, siswi MIS ini di cabuli hingga hamil. BACA : Kakek Setubuhi Teman Cucunya Hingga Hamil 5 Bulan

Parahnya lagi, pencabulan ini terjadi di setiap hari sekolah. Melati luput dari pengawasan guru pada jam istrahat belajar, dalih makan nasi kuning membawa Melati  kerumah Rahman Kakek rekannya.

Entah setan apa yang merasuki Rahman yang diketahu berprofesi sebagai tukang kayu, tergoda pada teman bermain cucunya sendiri, kedatangan Melati dan cucunya pada jam bermain, Rahman selalu meminta cucunya untuk dibelikn sesuatu, dengan demikian Melati akan berdua dengannya tanpa gangguan.

Saat itulah Rahman mencicipi anak bau kencur itu. Hingga terbongkar rahasia ketika Melati mulai menunjukan pertumbuhan badan yang tak wajar lagi, “ Kamu hamil ya ?,” pertanyaan pertanyaan orang tua yang mendesak Melati untuk mengaku.

Rahman kini mendekam di sel Tahanan Mapolsek Batui, akibat perbuatannya. Bagi orang tua Melati sendiri hal ini tidak dapat dimaafkan. Apalagi kondisi Melati yang sangat tertekan karena waktu bermain tidak lagi ada dan harus menjadi seorang Ibu ditengah usia yang masih sangat belia. [Hadi]

 

 


Bagikan :
Tags :
# banggai
close