Portal Berita Sulawesi

Reportase

Citizen Shoot Aktivitas SPBU KM 5 yang Tak Pantas

admin

Senin, 15 Juni 2015 19:28:11 WIB   |  931 pembaca  

Terkait dugaan penyelewengan BBM Subsisidi jenis solar oleh citizen jurnalis,  ada indikasi kuat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pelaksanaan proyek oleh salah satu Kontraktor ternama di Kabupaten Banggai .

Tidak sewajarnya pengisian Truk Tangki terjadi di SPBU Umum ini tersorot oleh kamera citizen yang kebetulan melintas di SPBU Km. 5 Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, pada tanggal 6 Juni 2015 .

Tidak tanggung tanggung, Truk Tangki berbobot  8000 Ltr  warna biru tua merapat disisi nozzle SPBU dan kemudian di isi bebas dan sangat dispesialkan ,bahkan dua nozzle sekaligus diarahkan kemulut tangki pada truck tersebut.

Membuat penasaran itu mobil tangki milik siapa, dan diarahkan kemana hasil penyelewengan BBM bersubsidi tersebut di bawa.

Penelusuran transsulawesi.com tidak terlampau lama, hanya selang satu hari kemudian diketahui pemilik mobil itu adalah milik anggota DPRD Banggai dari Partai PKS. 

Akrab disapa Abah Ateng yang duduk di DPRD Banggai itu membenarkan armada mobil tangki miliknya benar digunakan salah satu kontraktor untuk memuat BBM jenis Solar dari SPBU milik pengusaha tionghoa Ci Moe dan kemudian disuplai pada pengusaha kontraktor di Kabupaten Banggai bermarga Nayoan.

“ Kita Cuma mengangkut bukan membeli, bukan pemilik (BBM-red).  Hanya mengangkut mencari upah.”  Kata Abah Ateng via telpon, Senin. (15/06/2015).

Sebelumnya Kepala Depot Pertamina  Luwuk, Morintoh yang sempat menyaksikan video dengan durasi tayang kurang lebih 72 detik itu sangat menyesalkan ulah pemilik SPBU Km5 yang mengisi Truk Tangki bermerk Kartika Luwuk Abadi. Padahal menurut Morintoh, sekalipun itu BBM Non Subsisi tapi sangat tidak pantas jika harus mengisi di SPBU, “ Harusnya mereka langsung ke Depot,” Tutur Morintoh kepada Transs, Senin. (15/06/2015).

Menurutnya pula secara estetika kegiatan pengambilan BBM di SPBU dengan volume yang sedemikian besar tidak perlu terjadi “ Intinya tidak pantas, itu kan buat industri kecil, yah 20 jerigen atau berapa dan tidak sebanyak itu.” Sesal Morintoh. [Syf/adjie]



Bagikan :
Tags :
# banggai
close