Portal Berita Sulawesi

Pemekaran

Warga Pagimana Tolak Salipi Masuk Tompotika

admin

Selasa, 12 Mei 2015 23:29:34 WIB   |  1054 pembaca  

LUWUK-Tim Pansus Kabupaten Tompotika bentukan DPRD Banggai bakal menemui kendala dalam memberi keyakinan kepada warga agar desa Salipi masuk dalam wilayah daerah otonom baru (DOB) itu.

Hal itu bukan sekedar asumsi. Karena sejumlah tokoh masyarakat Kecamatan Pagimana tetap bersikeras agar desa itu masuk dalam wilayahnya dan tidak bergabung di Kecamatan Bualemo yang include di dalamnya Kabupaten Tompotika.

Warga Kecamatan Pagimana, Faisal Badjarat mengatakan, sejumlah tokoh masyarakat di kecamatan itu diantaranya Mukran Masulili, Agusdin Daeng Patunru, Amir Lagonah, Sukri Tapo dan Hamid Lagonah menolak desa Salipi diambil jadi wilayah Kabupaten Tompotika, hanya berorientasi pada kepentingan politik.

“Pak Amir SMS saya, secara tegas ia mendukung Salipi dikeluarkan dari Tompotika. Begitu juga dengan pak Sukri Tapo, beliau menginformasikan bahwa penolakan masyarakat Pagimana itu sudah disampaikan pada Bupati dan Ketua DPRD Banggai,” kata Faisal.

Upaya menarik desa Salipi masuk DOB itu kata Faisal dapat melahirkan ketersinggungan warga Pagimana. Bahkan bisa jadi melahirkan amarah besar. Karena sudah sejak lama, Salipi menjadi desa yang tidak merespon bergabung di Kecamatan Bualemo pasca wilayah itu dimekarkan. “Mengapa ini harus dipaksakan kembali,” tanya Faisal.

Kecamatan Bualemo adalah hasil pemekaran dari Pagimana. Kalau semua desa di Kecamatan Bualemo mau bergabung dengan Kabupaten Tompotika kata Faisal silakan saja. Tapi jangan menyesal dikemudian hari. Faisal juga berujar, penguasaan potensi laut di Teluk Tomini kiblatnya ada di Kecamatan Pagimana dan bukan di Bualemo. Dengan begitu laut Teluk Tomini ancam Faisal tidak akan dilepaskan walau sejengkalpun.

Terkait dengan agenda Pansus Kabupaten Tompotika melaksanakan sosialisasi juga diwarning Faisal agar warga tidak menghadiri hajatan tersebut. Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes atas kebijakan tersebut.

Satu hal dipertegas Faisal, ketika DPRD tetap ngotot melaksanakannya, maka tunggu saja ada gerakan masyarakat Pagimana dengan mendatangi serta meminta tanggung jawab di gedung DPRD Banggai. [sf]



Bagikan :
Tags :
# politik
close