Portal Berita Sulawesi

Pemekaran

Kabupaten Batol Harus Lewat Pansus

admin

Jum'at, 01 Mei 2015 15:20:08 WIB   |  1139 pembaca  

LUWUK- Keinginan anggota Komisi I DPRD Banggai, Mursidin agar komisinya berperan penuh terhadap pembentukan Kabupaten Batui-Toili (Batol), tidak melahirkan respon dari rekannya dalam satu komisi. Pembentukan kabupaten di wilayah selatan Kabupaten Banggai itu harus melewati panitia khusus (Pansus) DPRD Banggai.

“Itu keinginan pribadi Mursidin bukan komisi,” tampik Ketua Komisi I DPRD Banggai, Winancy Ndobe yang diklarifikasi, Senin (27/4).

Bagi anggota DPRD Banggai asal Partai Gerindra ini, setiap kebijakan harus melewati mekanisme yang diberlakukan di dalam lembaga legislatif. Keinginan agar Komisi I berperan penuh terhadap pembentukan Kabupaten Batol nilai Winancy inprosedural.

Sebagaimana mekanisme yang dilakukan terhadap pembentukan Pansus Kabupaten Tompotika, yang diawali dengan masuknya aspirasi pemekaran di Komisi I, rapat melibatkan SKPD terkait, rapat Banmus untuk pembentukan Pansus yang diakhir dengan paripurna pembentukan Pansus. “Saya kira sama saja ketika Pansus Kabupaten Batol juga akan dibentuk,” jelas Winancy.

Tidak punya korelasi lanjut Ketua Fraksi Partai Gerindra ini, atas statemen Mursidin yang mencoba mengaitkan antara Ketua Forum Pembentukan Kabupaten Batol Djafar Tongko yang notabene anggota DPRD Sulteng asal Gerindra dengannya. “Tentu saja tidak ada kaitan. Pak Djafar menjadi ketua forum lantaran yang bersangkutan ingin menjadi aspirator. Sedang saya berkeinginan dalam mengambil kebijakan didasarkan pada mekanisme,” jelas Winancy.

Anggota Komisi I DPRD Banggai lainnya juga tidak mendukung saran Mursidin yang juga politisi PKS ini. “Tidak bisa Komisi I yang ambil alih. Tapi harus dibentuk Pansus Batol,” kata Evert. (sf)



Bagikan :
Tags :
# banggai
close