Portal Berita Sulawesi

Kunjungan Kepala BKPM ke Pabrik Smelter PT SMI

admin

Senin, 20 April 2015 13:42:23 WIB   |  433 pembaca  

MOROWALI, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Ir. Franky Sibarani didampingi Deputi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Azhar Lubis dan Staf Ahli Kementerian ESDM serta Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si melakukan kunjungan kerja ke pembangunan pabrik smelter PT. SMI di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali, Jum'at, 17 April 2015. Kunker ini didampingi Wakil Bupati Morowali SU Marunduh.

Dalam kunjungan kerja tersebut juga Tim meninjau sejauh mana kesiapan dan perkembangan dari Pabrik Smelter  yang dilakukan oleh pihak PT SMI yang menanamkan investasinya untuk Tahap I di Kawasan Industri Morowali (KIM) dengan nilai investasi USD 635.000.000,-dengan kapasitas smelter 300.00 ton (10% Nikel) NPI pertahun dan kebutuhan energi listrik PLTU 2x65 MW.

Kunjungan kerja ini dimaksudkan untuk menyambut Kunjungan Presiden RI Joko Widodo yang rencananya akan meresmikan langsung Pabrik Pengolahan Nikel tersebut serta mendengar apa saja permasalahan-permasalahan dan hambatan-hambatan dalam berinvestasi oleh PT SMI.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh pihak PT SMI, para pemegang saham RRT yang berasal dari China disampaikan permasalahan tentang Aturan Ketenaga Kerjaan antara Indonesia dengan China.

Aturan di Indonesia yang mengharuskan untuk tenaga kerja asing yang masuk harus kualifikasi S1, padahal di Cina walaupun tidak S1 tetapi sekolah kejuruan sudah menghasilkan tenaga-tenaga ahli yang terampil dan ahli dibidangnya serta pemberian izin tenaga kerja asing yang sangat lama keluar izinnya padahal tenaganya sangat sudah dibutuhkan.

RRT juga menyampaikan bahwasanya para investor berharap mereka juga  diberi kemudahan-kemudahan dalam berinventasi di KIM tersebut, karena mereka akan berinvestasi cukup besar di Wilayah ini dengan nilai investasi selama 3 Tahun sebesar 5 Milyar US Dollar.

Untuk tahap II yang saat ini sementara dibangun dengan perusahaan PT Guang Ching Nickle and Stainless Steel Industry (GCNS) dengan nilai investasi USD 1.020.000.000 dengan rencana penyelesaian bulan Desember 2015 dengan kapasitas smelter 600.000 ton (10% Nikel) NPI per tahun dengan kapasitas PLN 2 x 150 Mw.

Dan tahap III PT. Indonesia Tshing Shan Stainless Steel (ITSS) dengan nilai investasi USD 820.000.000,- yang akan direncanakan ground breaking pada bulan juli 2015 dan rencana penyelesaian pembangunan Desember 2016 dengan kapasitas smelter 300.000 ton (10% Nikel) NPI per tahun dan kapasitas stainless Steel Slab 1.000.000 ton stainless steel per tahun dengan kebutuhan PLTU 2 x 150 Mw, dan terdapat PT Decent Stainless Steel (DSS) dengan nilai investasi USD 100.00.000,- dengan rencana ground breaking pada bulan juli 2015 dan rencana penyelesaian bulan Mei 2016 dengan kapasitas Stainless Steel 1.000.000 ton Stainless Steel Slab per tahun dengan PLTU 2 x 150 Mw dan nantinya Indonesia akan menjadi penghasil Stainless Steel Slab terbesar di dunia.

Franky Sibarani pada pertemuan tersebut berjanji akan segera melakukan langkah-langkah kongkrit dengan kementerian terkait berkaitan dengan permasalahan-permasalahan tersebut dan Bapak Franky sangat tercengang dan kagum karena perkembangan pembangunan PT SMI cukup luar biasa dan Gubernur Sulawesi Tengah juga menyampaikan bahwa pmbangunan PT SMI telah sesuai dengan mekanisme sesuai dengan peraturanperundang-undangan yang ada. [dewi]



Bagikan :
Tags :
# gubernur
close