Portal Berita Sulawesi

Advertorial

Partai Perindo: Jokowi Bukan Milik Partai dan Koalisinya

admin

Jum'at, 06 Maret 2015 18:02:17 WIB   |  5363 pembaca  

JAKARTA.  Sebagai Presiden, Joko Widodo milik semua anak bangsa, bukan milik partai atau koalisinya. Begitulah kicauan akun twitter resmi Partai Perindo dalam akunnya @PartaiPerindo.

 Kultwit bertagar #DiskusiPerindo tersebut berbicara tentang poin-poin diskusi bulanan Partai Perindo yang berlangsung Jumat (27/2). Tema diskusi bulanan ke-2 tersebut adalah Api dalam Sekam Istana.

 “Diskusi ini membahas kegaduhan politik yang terjadi selama Februari. Terutama soal kisruh politik di pusaran istana,” tulis @PartaiPerindo dalam timeline twitternya, Sabtu (28/2)

Seperti diketahui, selama bulan Februari publik disuguhi dengan berbagai pemberitaaan tentang konflik Kepolisian dan KPK. “Jokowi melakukan pembiayaran. Konflik tersebut dibiarkan berlrut-larut,” kata Arya Sinulingga, Ketua Bidang Politik dan Komunikasi Partai Perindo.

http://partaiperindo.com

Dia menambahkan ketika menghadapi masalah Jokowi harus berkompromi dengan partai pendukungnya. Padahal seharusnya sebagai Presiden, Jokowi  harus terbebas dari politik membayar utang budi. Tidak tunduk pada kepentingan koalisi partai pendukung. Sebab sejatinya   pemegang kekuasaan tertinggi adalah presiden, melebihi ketua umum partai politik manapun.

Jokowi harus menunjukkan kepada publik bukti janji-janji politik pada saat kampanye. Selain itu juga menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa yang menjadi pekerjaan rumah. Termasuk soal penguatan rupiah, kenaikan harga bahan pokok, BUMN, Freeport, BBM,  pasar bebas. Kemisinan, kesenjangan sosial, pendidikan, penegakan hukum termasuk penuntasan BLBI, kasus Century dan berbagai hal lainnya.

 Untuk hal tersebut menurut Arya ada tiga hal yang bisa dilakukan. Pertama Jokowi memperkuat timnya, dengantim-tim ahli. Kedua Jokowi harus menjadi ketua partai atau selamanya dia menjadi petugas partai. Dan Ketiga Jokowi bergabung dengan koalisi lainnya agar tidak terus menerus membayar utang budi.
 
Wasekjen Partai Perindo Effendi Syahputra mengatakan Jokowi harus membuat tim kuat yang punya kapasitas. Bukan tim bentukan dari balas budi. “Watimpres, staf presiden, sekretariat negara, harus diisi orang-orang yang kompeten. Begitu juga kabinetnya,” kata Effendi. Dia menambahkan, Jokowi harus benar-benar menjadi presiden sesungguhnya. punya power, independensi, tidak mudah diintervensi.



Bagikan :
Tags :
# politik
close